Abstrak
Penguatan moderasi beragama menjadi agenda strategis dalam menjaga keutuhan bangsa yang majemuk. Penelitian ini menguji efektivitas desain kurikulum perguruan tinggi keagamaan dalam menanamkan nilai-nilai toleransi, inklusivitas, dan anti-kekerasan. Berdasarkan riset mendalam di STAHN Mpu Kuturan Singaraja, pengintegrasian materi moderasi beragama dalam mata kuliah inti secara signifikan meningkatkan pemahaman multikultural mahasiswa.
Pendahuluan
Sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri, STAHN Mpu Kuturan Singaraja memiliki tanggung jawab moral untuk mencetak lulusan yang berpandangan terbuka, moderat, dan humanis. Oleh karena itu, formulasi kurikulum yang inklusif menjadi kebutuhan mutlak dalam dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara.
Metode Penelitian
Pendekatan yang digunakan adalah penelitian tindakan (*action research*) dan evaluasi kurikulum melalui survei terhadap mahasiswa serta wawancara dengan para pengembang kurikulum kampus.
Hasil dan Pembahasan
Hasil evaluasi kurikulum menunjukkan capaian sebagai berikut:
- Desain Pembelajaran Interaktif: Diskusi lintas iman dan kajian teks keagamaan yang kontekstual mendorong rasa empati antarumat beragama.
- Sikap Moderat Mahasiswa: Terjadi peningkatan pemahaman kognitif dan afektif mengenai pentingnya menjaga kerukunan nasional.
- Peran Lembaga Kampus: STAHN Mpu Kuturan Singaraja berhasil menjadi pusat studi dan persemaian nilai-nilai moderasi beragama di Bali Utara.
Kesimpulan
Kurikulum perguruan tinggi yang dirancang secara sistematis merupakan sarana efektif untuk memperkuat moderasi beragama. Pengembangan riset-riset manajemen pendidikan di STAHN Mpu Kuturan Singaraja diharapkan dapat menjadi rujukan bagi institusi pendidikan lainnya.
