TRADISI NGEJOT DAPETAN PADA HARI RAYA GALUNGAN PERSPEKTIF TEOLOGI SOSIAL

Ni Made Evi Kurnia Dewi

Sari


The Ngejot Dapetan tradition is one of the traditions in Hinduism. The background of the
research on the tradition of ngejot getan on Galungan Day from the perspective of social theology
is to find out the theological aspects of the tradition of ngejot getan and to know the tradition of
ngejot as social harmonization in society. Research on the Tradition of Ngejot Gets on Galungan
Day Social Theology Perspective is a type of qualitative research, with a theological approach,
namely an approach taken to critically examine social problems related to religious issues,
especially regarding the tradition of getting the ngejot. The data obtained in this study is the result
of field studies, where the primary data are Hindus who carry out the ngejot Getan tradition.
Secondary data in this research is in the form of document studies or literature studies related to
the research that the researcher is studying. The Ngejot Dapetan tradition on Galungan Day is a
form of actualization of Hindu religious teachings which have high theological value and are able
to create social harmonization in society.


Teks Lengkap:

Tidak berjudul

Referensi


Dewi, N. M. E. K. (2020). Konsep Ketuhanan

dalam Teks Tattwa Jnana. ŚRUTI:

Jurnal Agama Hindu, 1(1), 11-19.

Lontar tri kaya parisudha/Resi sesana,

Denpasar: unit pelaksanaan

dokumentasi kebudayaan bali.

Moleong, L. (2001). Metodologi Penelitian

Kualitatif. Bandung: PT. Remaja

Rosda Karya.

Ngurah, I Gusti Made, dkk. 1999. Pendidikan

Agama Hindu Untuk Perguruan

Tinggi. Surabaya: Paramita.

Setiadi, Elly M. 2006. Ilmu Sosial Dan

Budaya Dasar. Jakarta: Kencana.

Subagiasta, I Ketut. 2007. Etika Pendidikan

Agama Hindu. Surabaya: Paramita.

Sudharta, Tjok. Rai dan Puniatmadja, Ida

Bagus Oka. 2001. Upadesa. Surabaya:

Paramita.

Suteja, Dharma I Made. 2003. Jurnal

Penelitian Sejarah dan Nilai

Tradisional. Denpasar: Kementrian

Kebudayaan dan Pariwisata Balai

Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional.

Suyadnya, I Gusti Ngurah Made. 2006. Dana

Punia dan Penebusan Dosa: Pokok

Pikiran Cara Pengelolaan Dana Punia

Dengan Sistem Manajemen Modern.

Surabaya: Paramita.

Suyono, Ariyono dan Siregar, Aminuddin.

Kamus Antropologi. Jakarta:

Akademika Pressindo.

Tim Penyusun. 2016. Pendidikan Agama

Hindu Untuk Perguruan Tinggi.

Jakarta: Direktorat Jenderal

Pembelajaran dan Kemahasiswaan

Kementerian Riset, Teknologi, dan

Pendidikan Tinggi Republik Indonesia.

Titib, I Made. 1996. WEDA: Sabda Suci

Pedoman Praktis Kehidupan.

Surabaya: Paramita.

Titib, I Made. 2007. “Teologi Hindu

(Brahmavidya) Study Teks dan

Konteks Implementasi”. Denpasar:

Program Pascasarjana IHDN

Wijayananda, Ida Pandita Empu Jaya. 2004.

Makna Filosofis Upacara Dan

Upakara. Surabaya: Paramita.

YUDARI, A. K. S. (2018). Komersialisasi

Banten dalam Wacana Penguatan

Identitas Kehinduan sebagai

Implementasi Ajaran Bhakti Marga di

Bali. Dharmasmrti: Jurnal Ilmu

Agama dan Kebudayaan, 18(2), 9-15.




DOI: https://doi.org/10.55115/jnana.v3i2.2250

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.

 

View My Stats