Kajian Filsafat Seni Sakral Dalam Kekawin Niti Sastra

Ketut Agus Nova

Sari


Seni sakral merupakan  seni yang membahas mengenai kesenian yang bersifat magis atau mengandung nilai religius. Dan biasanya seni sakral ini sering terdapat dalam agama Hindu. Agama Hindu percaya bahwa seni sakral ini merupakan sebuah karya seni yang tidak boleh dipentaskan atau dipertunjukkan secara sembarangan. Dikarenakan sifatnya yang memiliki nilai magis yang sangat tinggi. Sehingga dalam pementasan seni sakral ini, harus melalui beberapa tahapan. Bagi Umat Hindu di Bali, karya seni sakral ini dipergunakan sebagai sarana untuk terhubung dengan Tuhan. Dan juga seni sakral di Bali ini biasanya identik dengan Taksu/vibrasi/aura. Maka hal inilah yang membuat seni sakral di bali tampak sangat hidup apabila dipentaskan maupun dipertunjukkan


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Ali, Sayuti. 2012. Metodologi Penelitian Agama (Pendekatan Teori dan Praktek). PT. Raja Grafindo Persada.

Bandem, I Made. 1983. Ensiklopedi Tari Bali. Denpasar: Akademi Seni Tari Indonesia Denpasar

Iqbal Hasan. 2002. Metodologi Penelitian dan Aplikasinya. Jakarta:Ghalia Indonesia

Koentjaraningrat. 1990. Pengantar Ilmu Antropologi, Jakarta. Djambata.

Lexy J Moleong. 2012 Metodologi Penenlitian Kualitatif. Bandung : Remaja Rosda Karya

Luxemburg, Jan Van dkk.1989. Pengantar Ilmu Sastra. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama

Miswanto. 2015. Kekawin Nitisastra. Paramita: Surabaya

Putu Gede dkk. 2017. Seni-Seni Sakral di Bali. PT. Eka Grafis Bali: Singaraja

Wijaya, I Gde. 1981. Upacara Yajña Agama Hindu, Setia Kawan.

Yudabakti, I Made, dkk. 2007. Filsafat Seni Sakral dalam Kebudayaan Bali. Paramita: Surabaya.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License

View My Stats